cerita pengalaman liburan

Kumpulan Contoh Cerita Pengalaman Liburan Sekolah Singkat yang Baik dan Benar

Cerita Pengalaman Liburan – Mungkin saat ada pengumuman liburan sekolah ekspresimu bisa seperti video di bawah.

Memang liburan sekolah menjadi moment yang ditunggu-tunggu bagi siswa. Selain libur akhir semester siswa juga berlibur saat lebaran, tahun baru, dan hari besar lainnya.

Sudah banyak kegiatan yang direncanakan saat liburan seperti liburan ke pantai, wisata ke taman bermain, pergi ke rumah nenek, bermain game bersama teman, dll.

Cerita Pengalaman Liburan untuk Tugas Sekolah

Liburan anak sekolah biasanya dibarengi dengan tugas sekolah untuk menceritakan pengalaman menyenangkan saat liburan. Namun terkadang kamu kesulitan dalam merangkai kata saat membuat cerita pengalaman pribadi.

Agar cerita pengalaman liburan sekolahmu menarik, kamu bisa menjadikan contoh-contoh cerita di bawah ini sebagai inspirasimu dalam menulis.

1) Cerita Pengalaman Liburan Sekolah Tak Terlupakan di Pantai

cerita pengalaman liburan di pantai bajul mati
cerita pengalaman liburan di pantai – piknikasik.com

Pantai merupakan destinasi wisata yang ramai saat liburan sekolah. Hampir semua siswa pernah ke pantai. Berikut contoh karangan tentang liburan ke pantai.

untitled-1

Cerita Liburan ke Pantai Bajul Mati saat Libur Sekolah

Sudah sejak seminggu lalu orangtuaku berencana untuk liburan ke pantai, mengingat aku dan adik sedang liburan sekolah, sekaligus sebagai hadiah karena kemaren lusa adikku merayakan ulang tahun.

Jam masih menunjukkan pukul 04.56 pagi, tapi aku dan keluarga sudah bersiap pergi ke pantai Bajul Mati. Kami berangkat sepagi ini karena jarak dari rumah ke pantai sekitar 3 jam perjalanan. Untuk mengganjal perut kami, ibu telah menyiapkan roti isi telur favoritku.

Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil. Dalam mobil ada aku, adik perempuanku, ayah dan ibu. Aku dan adik dilarang membawa handphone oleh ayah dan ibu agar lebih menikmati perjalanan dan liburan itu sendiri. Untuk menghabiskan waktu aku bermain “tebak nama berdasarkan huruf” bersama adikku yang hanya terpaut 2 tahun dariku.

Langkah pertama dalam permainan ini kami menentukan temanya dahulu, kali itu tema yang kami pilih adalah hewan. Selanjutnya Kami meminta bantuan ibu untuk menyebutkan huruf depan nama hewan yang akan kami tebak. Jika ibu bilang huruf “M” maka aku dan adikku adu cepat dan adu banyak dalam menyebutkan nama hewan yang memiliki awalan “M”, seperti monyet, merak, merpati dll.

Setelah tema hewan kami mulai berganti tema menjadi nama buah, nama karakter komik, nama negara, dll. Tak jarang ayah tiba-tiba ikut menjawab walaupun dia bukan peserta resmi permainan. Tidak ku sangka jika permainan sesederhana ini ternyata begitu menyenangkan dan menghibur.

Tak terasa dua jam sudah berlalu. Kami mulai memasuki daerah perbukitan. Aku dan adik mulai memperhatikan pemandangan dengan seksama. Kami terpesona karena melihat hamparan sawah di bawah yang begitu indah. Sayangnya aku hanya bisa menikmati pemandangan tersebut sebentar saja, karena setelah itu aku pusing dan mual akibat jalan yang berkelok-kelok, naik dan turun. Ibu memberikanku minyak kayu putih. Aromanya benar-benar bisa mengurangi mual yang aku alami.

Akhirnya kami sekeluarga tiba di Pantai Bajul Mati. Pantai ini terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kami segera menuju ke gazebo kecil yang ada di beberapa lokasi pantai. Sambil menikmati angin laut, kami makan bersama dulu. Menu kami kala itu adalah ayam goreng dan sosis. Memang masakan ibuku rasanya enak sekali.

Aku tidak bisa berhenti takjub melihat indahnya pantai ini. Pantai Bajul Mati memang belum terlalu terkenal, sehingga belum banyak pengunjung yang datang. Namun pantainya masih sangat bersih yang membuat kami sekeluarga nyaman.

Aku dan adikku tak sabar untuk bermain, jadi kami langsung berlari ke arah tepi pantai. Kami tidak mengindahkan perkataan ibu yang menyuruh kami memakai sunblock terlebih dahulu. Rasanya segar ketika air laut mengenai kaki kami.

Di tepi pantai aku menemukan ranting kayu yang panjang. Akhirnya aku ambil dan menyeretnya sepanjang perjalan. Setelah berjalan beberapa saat kami sampai di muara, yaitu tempat pertemuan air sungai dan air laut. Kami berhenti dan melihat ke belakang, terlihat garis panjang di pasir hasil ranting kayu yang aku seret daritadi. Entah kenapa aku dan adikku merasa garis tersebut sangat keren. Selanjutnya kami memutuskan untuk berenang dulu di muara. Karena arusnya tenang tidak seperti di laut.

Kami berenang sekitar 15 menitan, sebelum orangtua kami memanggil, menyuruh kami ke tepi laut. Kami sekeluargapun bermain air. Ayah mengajak kami duduk bersila membelakangi laut. Saat ombak datang kami terseret ke pantai. Rasanya sangat seru, karena kita tidak melihat kapan ombak datang. Sementara ibu hanya bermain air di tepi pantai dan memotret kami melalui kameranya.

Setelah puas bermain air, ayah mengajak kami menulis di pasir. Tulisan yang kami buat saat itu adalah “Happy Family”. Ketika melihat hasil potretan ibu di kameranya, ternyata bagus juga.

Tak terasa sudah jam 12 siang, matahari sudah sangat terik. Ayah dan ibu mengajak kami untuk membersihkan diri. Setelah bersih, kami sholat dhuhur berjamaah di mushola dekat tempat kami mandi. Acara dilanjutkan dengan menikmati bakso hangat di warung di pinggir pantai, rasanya enak sekali makan sambil melihat keindahan pantai.

Saat perjalanan pulang aku dan adik tertidur pulas. Saat kami bangun, tahu-tahu kami sudah berada di rumah. Sungguh menyenangkan liburan kali ini. Aku tidak sabar ke pantai lagi bersama ayah, ibu dan adik. Aku pun kembali tertidur sampai pagi karena masih kecapekan.

untitled-1

2) Cerita Pengalaman Liburan Menyenangkan di Rumah Kakek dan Nenek

cerita pengalaman liburan menyenangkan di rumah kakek dan nenek di desa
cerita pengalaman liburan ke rumah kakek dan nenek – wiwidwahyu.wordpress.com

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengisi liburan dengan bermain ke rumah kakek dan nenek.

Tentu bertemu mereka menjadi kegembiraan tersendiri bagi kita dan juga mereka. Sehingga momen seperti ini selalu dinanti ketika liburan sekolah tiba.

BACA JUGA  Susunan Acara Ulang Tahun Anak Usia 5 sampai 10 Tahun Berdasarkan Tempatnya & Contoh Tabel Rundown Beserta Penjelasannya

Berikut contoh cerita pengalaman liburan di rumah kakek dan nenek yang menyenangkan dan tak terlupakan.

untitled-1

Cerpen Tentang Liburan Hari Pertama di Rumah Kakek dan Nenek di Desa

Saya senang sekali karena semester ini nilai rapot saya bagus-bagus dan semester depan saya sudah naik kelas IX SMP. Kesenangan saya bertambah karena selama seminggu ke depan saya berlibur ke rumah kakek dan nenek di Wlingi.

Saya tiba di rumah mereka hari Minggu pagi sekitar pukul 09.00. Perjalanan dari rumah saya di Batu ke rumah kakek dan nenek membutuhkan waktu 2,5 jam perjalanan menggunakan bis. Sampai rumah nenek saya kelaparan karena tidak sempat sarapan sebelum berangkat.

Nenek saya memang paling baik, beliau sudah selesai menyiapkan rendang ayam ketika saya baru ke rumahnya. Melihat rendang ayam yang merupakan masakan pamungkas dari nenek, tentu saya langsung kegirangan.

Ya, biasanya nenek hanya memasak rendang ayam saat ada reuni keluarga besar dan momen lebaran. Mungkin nenek memasak rendang ayam karena senang dengan rencana saya menghabiskan libur disini, mengingat kami memang sudah tidak bertemu hampir 8 bulan lamanya.

Saya memeluk kakek dan nenek dan menanyakan kabar mereka. Alhamdulillah mereka semua sehat. Kami pun makan bersama di lantai, karena memang kami tak biasa makan di meja makan.

Sambil makan saya bercerita pengalaman saya di sekolah. Mereka turut senang ketika tahu nilai rapot saya bagus. Tak terasa piring saya sudah bersih, saya pun tak ragu untuk tambah. Memang ketika makan rendang ayam buatan nenek tak akan cukup jika hanya makan satu porsi.

Setelah menambah dua kali lagi akhirnya saya kekenyangan. Kakek dan nenek pun hanya tertawa melihat saya yang tak bisa bergerak. Saya memutuskan untuk bergerak menuju tempat favorit saya di rumah nenek, yaitu bale yang ada di teras rumah.

Sejak dulu, tak banyak perubahan di desa tempat kakek dan nenek saya tinggal ini. Di depan rumah nenek masih terdapat lapangan bola dan pohon beringin besar. Di sekelilingnya masih banyak sawah, tak tergerus jaman. Berbeda dengan wilayah di tempat saya tinggal yang sawahnya semakin habis untuk dibangung perumahan.

Pemandangan yang asri ditambah angin sepoi-sepoi yang berhembus menyebabkan saya mengantuk. Entah sejak kapan saya sudah tertidur di bale.

Bertepatan dengan adzan Dhuhur saya dibangunkan oleh kakek. Beliau mengajak saya untuk sholat berjamaah di masjid dekat rumah. Sepulang dari masjid, kakek membelikan saya es degan. Rasanya begitu segar. Siang harinya saya hanya menonton televisi karena kakek dan nenek sedang tidur siang.

Selepas Ashar saya menuju sawah milik keluarga bersama kakek dan nenek yang letaknya sekitar 400 meter dari rumah. Saya begitu takjub melihat petak sawah kami yang sudah kuning, indah sekali. Kakek bilang, kemungkinan lusa sawah kami sudah bisa dipanen.

Beliau berjanji akan mengajak saya melihat pemanenan padi di sawah. Tentu saja saya menyetujui ajakan kakek, rasanya jadi tidak sabar menunggu besok lusa. Sudah terbayang bagaimana asyiknya kegiatan ini. Bahkan saya sudah mengira-ngira berapa karung padi yang akan kami dapatkan setelah panen.

Waktu liburan memang terasa sangat cepat, tak terasa hari sudah malam. Kami berdiam di rumah karena di luar hujan deras. Suasana jadi hangat ketika nenek menyiapkan STMJ yang merupakan minuman favorit kakek dan juga saya.

Sambil minum STMJ, nenek mulai membuka album foto yang tersimpan rapi di lemari. Terlihat foto-foto saya bersama kakek dan nenek. Saya tersenyum sendiri melihat diri saya di masa kecil, masih polos dan lucu.

Nenek dan kakek bergantian menceritakan kisah yang ada di foto, mereka terlihat begitu bersemangat. Tak jarang mereka tertawa ketika bercerita tentang tingkah laku saya di masa kecil. Senang rasanya melihat mereka begitu bergembira saat bercerita. Namun ada rasa sedih juga karena sekarang kami jarang bertemu, mengingat rumah kami yang berbeda daerah.

Tiga jam berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 23.00, kakek dan nenek menghentikan ceritanya dan menyuruh saya tidur. Liburan hari pertama sudah selesai, masih ada enam hari lagi saya berada disini. Semoga liburan saya semakin menyenangkan tiap harinya.

Saya juga berharap seminggu ini bisa lebih dekat dengan kakek dan nenek lagi agar mereka juga merasakan kesenangan yang sama dengan saya. Saya akhirnya tertidur di kasur yang terletak di depan televisi.

untitled-1

3) Cerpen Pengalaman Pribadi Mengisi Liburan dengan Bermain Game di Rumah

karangan pengalaman liburan bermaing game di rumah
cerita pengalaman liburan di rumah – gamasutra.com

Tak sedikit dari kita yang menghabiskan liburan dengan bermain game saja di rumah.

Bisa jadi karena memang tidak ada rencana kemana-mana, liburan yang singkat atau karena memang kita benar-benar gamers sejati.

Berikut contoh cerpen pengalaman pribadi tentang bermain game di rumah saat liburan sekolah.

Cerpen Liburan Sekolah Tentang Bermain Game Bola Bersama Teman di Rumah

Semua murid kelas 1 dan 2 SMP 39 Madiun mendapat libur 3 hari karena murid kelas 3 sedang menjalani UAN. Saya tidak memiliki rencana pergi kemana-mana selama liburan, sehingga saya memilih bersantai di rumah saja.

Di rumah saya bermain video game bola favorit saya, PES 2016. Saya merasa senang sekali karena bisa bermain game seharian penuh selama liburan. Tentu jika sedang masuk sekolah saya hanya boleh bermain di hari Minggu saja.

Menurut saya bermain game bola melawan A.I. memang menantang, tapi rasanya lebih seru bila bermain dengan teman. Sehingga saya putuskan mengajak 2 tetangga saya yang juga merupakan teman sepermainan untuk ke rumah.

Dua teman yang saya ajak adalah, Tomi dan Warso. Mereka seangkatan dengan saya sehingga kami sama-sama sedang libur, namun kami bertiga berasal dari sekolah yang berbeda.

Untuk urusan bermain game bola, kami termasuk seimbang. Kami pernah mengalahkan dan dikalahkan satu sama lain. Memang kami bertiga merupakan pemain PES terbaik di kampung. Tak jarang, anak-anak dari kampung lain juga mencoba bertanding dengan kami.

Bukan kebetulan kami jago bermain game bola ini, karena kami memang sejak SD sudah bermain, baik di rental maupun rumah kami.

BACA JUGA  Jenis-Jenis Keju Beserta Penjelasan Fungsi dan Gambarnya

Pertandingan pertama hari ini adalah saya melawan Tomi. Saya memilih klub Bayern Muenchen sedangkan Tomi menggunakan Real Madrid. Pertandingan berjalan sangat seru, baik saya maupun Tomy sama-sama mempunyai banyak peluang.

Sayangnya sampai babak pertama berakhir tidak ada gol yang dapat kami ciptakan. Babak kedua juga masih berjalan seimbang. Saat babak kedua hampir habis, bek saya melakukan kesalahan umpan sehingga bola mendarat di kaki lawan, tepatnya di kaki Ronaldo.

Tomi tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Ronaldo dengan cepat menerobos sampai kotak penalti. Bek saya tak mampu mengejar Ronaldo. Akhirnya Tomi memutuskan untuk mem-placing bola ke tiang dekat, hasilnya gol.

Tomi berteriak kegirangan merayakan gol tersebut, sedangkan saya menyesal karena tidak berhati-hati dalam memberi umpan. Sampai peluit akhir berbunyi saya tak mampu menyamakan kedudukan. Di pertandingan pertama saya kalah 1-0.

Permainan langsung dilanjutkan ke pertandingan kedua antara Tomi dan Warso. Sambil menunggu mereka bermain saya membaca manga sepak bola favorit saya, Giant Killing.

Saat saya menunggu giliran bermain rasanya begitu lama, sangat berbeda ketika sedang bermain, waktu rasanya berjalan begitu cepat.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pertandingan kedua berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Warso.

Seperti sebelumnya, pertandingan langsung berlanjut. Kali ini saya melawan Warso. Warso tetap menggunakan tim andalannya, Barcelona. Sedangkan saya mencoba tim lain yaitu Chelsea.

Di pertandingan ini saya cukup beruntung karena Messi dan Neymar sedang dalam kondisi mental yang kurang baik(panah biru), sedangkan pemain saya dalam keaadan mental lebih baik, bahkan Hazard dan Costa dalam kondisi terbaiknya (panah merah).

Saya begitu mendominasi pertandingan, sehingga Warso lebih banyak bertahan. Setelah mengalami gempuran hampir setengah babak pertama, akhirnya gawang Warso tembus juga.

Di babak kedua saya berhasil menambah 3 gol lagi, sedangkan Warso membalas 1 gol. Sehingga skor akhir menjadi 4-1 untuk kemenangan saya.

Pertandingan keempat langsung bergulir antara saya dan Tomi. Saya memutuskan tetap menggunakan Chelsea karena tidak ingin kehilangan momentum, sementara Tomi menggunakan Manchester City. Sengit sekali pertandingan saya dengan Tomi, namun saya berhasil menang tipis dengan skor 3-2.

Sampai sore kami terus bermain secara bergiliran dan berakhir sampai sebelum maghrib. Untuk hari ini yang paling banyak meraih kemenangan adalah saya dengan 8 kemenangan. Disusul Warso dengan 7 kemenangan dan terakhir Tomi dengan 6 kemenangan.

Kenapa saya bisa ingat?

Karena memang kebiasaan kami bertiga untuk mencatat hasil pertandingan setiap kali kami bermain bersama.

Inilah serunya bermain game bola bersama teman, walaupun menang atau kalah tapi rasanya tetap menyenangkan.

Selain itu selalu saja ada candaan yang keluar saat sedang bermain. Tak terhitung berapa kali tawa kami pecah seharian ini. Mengisi liburan dengan bermain game bersama teman memang menyenangkan.

4) Contoh Karangan Pendek & Singkat Tentang Libur Sekolah Saat Imlek

Karangan Liburan singkat saat hari imlek
cerita pengalaman liburan imlek – metrotvnews.com

Imlek merupakan tahun baru berdasarkan penanggalan yang digunakan masyarakat Tionghoa. Di Indonesia, Hari Imlek sudah menjadi Hari Libur Nasional.

Meskipun hanya libur satu hari, tentu momen liburan seperti ini tetap menyenangkan para siswa. Banyak festival-festival atau tempat yang kental akan nuansa Imlek yang bisa dijadikan tempat tujuan liburanmu.

Berikut contoh cerpen pengalaman pribadi liburan imlek yang menarik.

Contoh Pengalaman Menyenangkan Melihat Grebeg Sudiro Saat Imlek

Libur Imlek tahun ini saya, ayah dan ibu akan pergi untuk melihat Grebeg Sudiro. Saya tertarik pergi kesana setelah mendengar teman-teman bercerita tentang keseruan Grebeg Sudiro saat Imlek.

Kami berangkat pagi sekali agar mendapatkan tempat terbaik untuk menonton kirab yang akan dilangsungkan.

Jarak lokasi tak jauh hanya 15 menit berjalan kaki, kami sekeluarga sudah tiba di Jl. Sudiroprajan, salah satu jalan yang akan dilewati oleh peserta Grebeg Sudiro.

Pagi itu kerumunan penonton sudah banyak, namun dengan lincah ayah meliuk-liuk di kerumunan penonton untuk mencari spot yang bagus.

Usaha ayah tak sia-sia, beliau berhasil menemukan tempat kosong. Ibu dan saya bertepuk tangan untuk memuji ayah, ayah membalasnya dengan tertawa.

Meski Grebeg Sudiro ini sudah berlangsung selama 7 tahun, tapi ini pertama kalinya saya berkesempatan datang langsung ke lokasi acara. Tentu saya sudah tak sabar untuk melihat festival ini.

Saat menoleh ke belakang saya kaget karena tempat sudah penuh dengan orang. Mereka antusias sekali menyambut tradisi yang diselenggarakan saat libur hari Imlek ini.

Akhirnya kirab dimulai, terlihat pasukan keraton Kasunanan Surakarta di barisan paling depan. Tak jauh dibelakangnya ada atraksi naga yang dilakukan oleh anggota TNI Angkatan Darat.

Saya dan penonton lain bersorak saat melihat Kera Sakti melompat dengan lincahnya kesana kemari dengan tongkat sakti yang dibawanya. Tentu Sun Go Kong tidak sendiri, ada Biksu Tong, Pat Kay dan Wu Jing.

Wah, mereka sangat total memainkan perannya, persis seperti di serial tv yang aku dan ayah tonton minggu lalu.

Setelah mereka lewat, ada barisan penari jawa yang menghibur penonton. Dilanjutkan dengan orang-orang berpakaian batik dan pakaian khas Surakarta yaitu Lurik.

Inilah uniknya Grebeg Sudiro, terdapat perpaduan antara budaya Jawa dan Tionghoa. Tak heran bila tiap Imlek festival ini selalu dibanjiri penonton.

Meski sudah berjalan beberapa saat, ternyata kirab masih panjang. Ibu dan saya kaget ketika ayah berteriak. Ternyata beliau begitu bersemangat saat barisan Wushu dan Taichi melintasi jalan.

Melihat ayah yang seperti itu, ibu lalu nyeletuk, “Dek, ayah kayak anak kecil ya?”. Aku hanya menjawab, “Iya bu.” sambil ikut tersenyum.

Pertunjukkan Barongsai menyusul kemudian. Tepuk tangan penonton begitu riuh saat melihat Barongsai beraktrasi, tak terkecuali saya sendiri. Gerakan Barongsai begitu luwes dan lincah, serta sangat menghibur.

Suasana penonton makin ramai ketika Gunungan yang diarak sudah terlihat. Ya, bisa dibilang ini adalah inti dari acaranya.

Isi Gunungan di Grebeg Sudiro sangat unik karena terdiri dari bakpao, kue keranjang, bakpia, dan kue-kue khas Tionghoa lain, beserta buah dan sayur. Sangat pas disajikan saat Imlek seperti hari ini. Nantinya isi dari Gunungan itu akan diperebutkan oleh penonton yang hadir.

Tak berapa lama arakan sudah sampai di Klenteng Tien Kok Sie. Penonton langsung berdesak-desakan menuju gunungan untuk memperebutkan makanan yang ada.

BACA JUGA  Referensi Laporan Pembuatan Tempe untuk Tugas Biologi SMP (LENGKAP!)

Ayah menyuruh saya dan ibu untuk tetap di tempat, kemudian beliau bergabung dengan kerumunan orang. Tak sia-sia, ayah berhasil membawa tiga kue mangkok. Kami bertiga kemudian menyantapnya dengan lahap.

Setelah itu kami berjalan-jalan melihatnya indahnya lampion serta ornamen-ornamen khas Imlek yang begitu indah.

Tak lupa kami berfoto bersama sebagai pengingat bahwa kami pernah menyaksikan langsung Grebeg Sudiro ini. Setelah kenyang makan di sekitar pasar, kami bertiga pulang ke rumah dengan gembira.

Sungguh pengalaman libur Imlek yang sangat menyenangkan. Selain itu saya juga kagum melihat pawai lintas budaya ini berjalan begitu damai.

Saya tak akan melupakan liburan kali ini. Semoga saat liburan Imlek tahun depan saya bisa kembali melihat Grebeg Sudiro atau kalau bisa menjadi peserta kirabnya.

5) Cerpen Pengalaman Pribadi Menarik Saat Libur Lebaran 2017

libur lebaran 2017
cerita pengalaman liburan saat lebaran 2017 – edusiana.com

Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang paling ditunggu umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa. Lebaran identik dengan mudik dan silaturahmi. Tentu banyak cerita menarik yang terjadi di hari besar ini.

Berikut contoh cerita pengalaman liburan lebaran di tahun 2017 yang mungkin juga teman-teman alami.

Karangan Tentang Liburan Lebaran 2017 yang Menyenangkan di Kampung Halaman

Lebaran adalah waktu yang paling saya tunggu. Karena di momen Hari Raya Idul Fitri ini saya bisa berkumpul dengan keluarga besar di rumah nenek.

Pagi hari tanggal 25 Juni 2017 bertepatan dengan Lebaran. Saya, adik, ayah, ibu dan nenek sudah bersiap menuju masjid besar untuk menunaikan sholat Ied. Kami berjalan kaki saja karena jarak rumah nenek dengan masjid tak terlalu jauh.

Sesampainya kami disana, lingkungan masjid sudah ramai dengan jamaah. Saya dan ayah tidak dapat tempat sholat di dalam masjid sehingga kami menggelar sajadah beralaskan koran di area pelataran masjid yang luas.

Para jamaah tanpa lelah mengucapkan takbir, baik anak-anak maupun dewasa. Suasana seperti ini membuat saya bersemangat dan senang sekali.

Beberapa menit kemudian sholat Idul Fitri dimulai. Semua jamaah khusyuk mendengarkan dan mengikuti Imam. Setelah sholat, acara dilanjutkan dengan ceramah tentang pentingnya menjaga kebaikan yang telah dibentuk saat bulan puasa lalu.

Tak terasa rangkaian acara sholat Ied sudah selesai. Kami sekeluarga pulang ke rumah melalui jalan yang berbeda dibandingkan saat berangkat tadi.

Ibu dan nenek sudah tahu kalau kami kelaparan sehingga mereka menyiapkan sarapan. Makanan lebaran khas keluarga kami adalah lontong dan rendang ayam. Siapa saja yang mencoba makanan racikan nenek dan ibu pasti akan ketagihan. Dijamin tidak akan cukup makan sekali saja.

Menu ini memang enak, saya dan adik sudah nambah dua kali, sementara ayah sudah menghabiskan 3 porsi. Melihat kami makan begitu lahap, ibu dan nenek tampak senang.

Karena kekenyangan saya ketiduran di ruang televisi. Entah berapa lama, saya mendengar suara ibu yang mencoba membangunkan saya. Setelah beberapa kali dipanggil baru saya terbangun. Saya menoleh ke arah jam, ternyata sudah lebih dari satu jam saya tertidur.

Ibu menyuruh saya untuk segera mencuci muka, dan bersiap-siap ke ruang tamu karena saudara-saudara sudah berdatangan.

Saya sangat senang karena di ruang tamu sudah ada paman dan bibi serta sepupu. Saya pun mulai menyalami mereka, sementara para sepupu menyalami saya.

Paman dan bibi memberi saya angpao lebaran, sedangkan ayah dan ibu memberi angpao lebarannya kepada sepupu saya.

Semua sudah berkumpul dan ayah memberi komando agar kami semua rapi berbaris, karena setelah ini acara sungkem-sungkeman akan dimulai. Sementara itu nenek sudah duduk di sofa menunggu kami menghampirinya.

Sebagai anak tertua dari 3 bersaudara yang semuanya laki-laki. Ayah saya yang pertama maju untuk sungkeman disusul oleh ibu. Kemudian dilanjutkan oleh paman dan istrinya. Setelah itu adik ayah yang terakhir menyusul.

Sekarang giliran para cucu yang sungkem, dimana saya yang mengawali, diikuti oleh adik dan dua sepupu saya. Kami bertambah gembira karena menerima angpao dari nenek.

Setelah suasana sungkeman yang haru, nenek mengajak kami semua makan, mengingat saudara-saudara ayah baru datang dari perjalanan jauh.

Entah kenapa saya dan ayah sudah lapar lagi, sehingga kami ikut makan untuk yang kesekian kalinya. Bukannya melarang, nenek malah menyuruh kami untuk tambah terus.

Ayah dan adik-adiknya memilih mengobrol di teras setelah acara makan selesai. Sementara ibu, nenek dan bibi pergi ke dapur untuk mencuci piring. Sedangkan saya, adik dan sepupu kembali ke ruang televisi untuk bermain monopoly.

Semakin siang tamu-tamu mulai berdatangan ke rumah nenek saya. Banyak dari mereka yang pangling karena melihat saya dan adik sudah bertambah besar dibandingkan tahun lalu. Tak sedikit pula yang memberikan angpao lebaran.

Jam sudah menunjukkan pukul 15.35 sore, kami semua sudah menyelesaikan sholat Ashar dan bersiap-siap pergi ke rumah mbah buyut atau orangtuanya nenek.

Perjalanan dari Blitar ke Tulungagung memerlukan waktu 1 jam menggunakan dua mobil. Untungnya kami tak mengalami kemacetan.

Sampai Tulungagung kami disambut oleh keluarga mbah buyut. Di usianya yang ke-95 beliau masih tampak sehat.

Rumah mbah buyut menjadi ramai karena para orang dewasa saling bertukar cerita, sementara kami yang anak-anak duduk tenang melihat film kartun yang ditayangkan di televisi.

Menjelang malam, mbah buyut mengajak kami semua makan. Menu andalan disini adalah menthog goreng pedas. Soal rasa jangan ditanya, keahlian masak mbah buyut sekarang sama baiknya dengan nenek dan ibu. Kami semua makan banyak lagi, seolah-olah saat lebaran perut kami tak penuh-penuh.

Sekitar setengah 9 malam kami berpamitan pulang. Selama perjalanan ke rumah nenek, para anak-anak tertidur pulas di kursi belakang mobil.

Libur pertama Hari Raya Idul Fitri ini kami lalui dengan menyenangkan. Saya tak sabar menunggu besok, karena paman dan bibi mengajak kami ke Pantai Tambakrejo di Blitar.

Cerita Pengalaman Liburan Sekolah Harus Menarik

siswa membaca cerita pengalaman liburan pribadi yang menarik
cerita pengalaman liburan di perpustakaan – activitiesforsmartkids.com

Membuat cerita pribadi mengenai pengalaman liburan sekolah harus dibuat semenarik mungkin.

Faktor penting lainnya adalah karangan buatanmu harus detail dan singkat. Agar pembaca tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membaca.

Semoga contoh cerita pengalaman liburan sekolah tersebut dapat membantumu dalam menyusun cerita liburanmu.

Sehingga karangan pribadimu menjadi lebih menarik, nyaman dan menyenangkan untuk dibaca.

Leave a Comment

Scroll Up