Rumah Rakit, Rumah Adat Palembang yang Terlupakan

Rumah Rakit – Kota Palembang mempunyai banyak sekali keistimewaan khas. Mulai dari kuliner pempek, wisata, kesenian, sampai dengan bagunan-bangunan khas.

Kota Palembang banyak dialiri oleh sungai. Kondisi seperti ini yang membuat masyarakat Palembang mendirikan Rumah Rakit.

Rumah unik yang dibangun secara permanen namun terapung di daerah tepi sungai.

Sejarah Rumah Rakit

indahnya rumah rakit
corporate.gisbholdings.com

Rumah khas kota pempek ini adalah rumah adat tertua yang dibangun pada zaman Kerajaan Sriwijaya, di mana pada masa tersebut juga songket Palembang berasal.

Pada zaman dahulu, warga asing harus menetap di atas rakit bahkan kantor dagang milik Belanda yang pertama berada di atas rakit lengkap dengan gudangnya.

Tak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, bangunan berserjarah ini dapat berfungsi pula sebagai tempat terjadinya pusat kegiatan ekonomi.

Rumah yang dibangung dengan bergantung pada ada atau tidaknya perairan ini awalnya didirikan menghadap ke daratan karena berfungsi untuk menarik wisatawan.

Namun, sekarang banyak ditemui bangunan ini menghadap ke tengah sungai.

Masyarakat yang ingin mendirikan rumah adat khas bumi Sriwijaya ini harus mengadakan pertemuan terlebih dahulu sebelum pembangunan.

Pertemuan itu bertujuan untuk membicarakan rencana pendirian Rumah Rakit serta memohon ijin kepada masyarakat sekitar.

Apabila pertemuan sudah dianggap tuntas maka disiapkanlah bahan-bahan untuk mendirikan rumah asli kota tertua di Indonesia ini. Setiap bahan harus dipilih dengan teliti dan sesuai rencana konstruksi.

Arsitektur Rumah Rakit

rumah rakit khas palembang
palembanghistory.blogspot.com

Rumah unik asal Venesia dari timur ini terbuat dari bambu, kayu, atap nipah, sirap dan sekarang ada yang menggunakan atap dari seng. sedangkang rakitnya bisa terbuat dari kayu maupun balok.

Terdapat dua pintu dari rumah adat Palembang ini, yang satu menghadap laut dan lainnya menghadap daratan. Rumah yang merupakan warisan kebudayaan dari leluhur ini sudah melewati berbagai generasi.

Supaya bangunan Rumah Rakit tidak berpindah tempat maka dipasang tiang yang kokoh di keempat sudutnya. Bangunan pun diikat dengan tali yang besar untuk menambahkan kekokohannya.

Tali besar diikatkan ke sebuah tongak yang berdiri tegak yang terletak di tebing sungai. Tali itu menjadi sarana antisipasi apabila tonggak pada sudut-sudut rumah lapuk ataupun rusak.

Rumah Khas Bumi Sriwajaya

peninggalan warisan budaya indonesia
mapio.net

Namun lambat laun karena keterbatasan bahan dan perubahan cara berpikir masyarakat, keberadaan Rumah yang menjadi identitas warga Palembang ini menjadi langka.

Pemerintah pun beranggapan bahwa keberadaan rumah-rumah ini menyebabkan pemandangan yang kumuh di sekitar Sungai.

Rumah adat Palembang ini juga dianggap sebagai sumber dari pencemaran air sungai. Hal ini dikarenakan banyak warga yang langsung membuang sampah ke dalam sungai. Dari sisi kesehatan pencemaran sungai menyebabkan banyak timbul wabah penyakit bagi masyarakat.

Sebenarnya jika kekurangan dari bangunan terapung ini dikelola dengan baik, akan memberikan sejumlah manfaat bagi kita. Misalnya sebagai penopang perekonomian daerah untuk dijadikan objek wisata.

Selain karena bentuknya yang unik, model rumah yang tak lazim ini juga menawarkan kenyaman yang menenangkan pikiran.

Cocok bagi wisatawan yang ingin berlibur melepaskan rasa lelah atas rutinitas sehari-hari.

Mari Jaga Kelestarian Rumah Adat Palembang Ini

rumah adat palembang tepi sungai
panoramio.com

Seharusnya pemerintah daerah pun mendukung pembangunan kembali salah satu peninggalan budaya yang masih eksis ini. Namun dalam pembangunannya harus besinergi dengan masyarakat asli yang tinggal di Rumah Rakit.

Jangan sampai para pelaku bisnis wisata menggusur masyarakat asli di pemukiran tepi sungai ini.

Para penduduk asli harus diberi pelatihan agar nantinya siap menghadapi kedatangan turis lokal maupun asing yang tentu akan membludak jika kawasan Rumah Rakit ini dijadikan objek wisata komersil.

Karena kemungkinan besar warga asli ini akan mendapatkan mata pencaharian baru yang menjanjikan di bidang pariwisata.

Jadi bagi kalian Wong Palembang, mari dukung untuk bangkitkan kembali keberadaan Rumah Rakit, rumah adat khas Palembang.

Leave a Reply