serangga paling berbahaya di dunia

Daftar Serangga Paling Berbahaya di Dunia

Serangga Paling Berbahaya – Jangan remehkan ukuran serangga yang kecil.

Beberapa jenis serangga dapat membahayakan manusia walaupun ukuran mereka tidak sampai sebesar telapak tangan kita.

Untuk itu kita perlu tahu apa saja jenis serangga paling berbahaya di dunia, karena bisa saja mereka ada di sekitar kita.

12. Bot Fly

Serangga Paling Berbahaya Bot Fly
beetlesinthebush.wordpress.com

Serangga ini adalah parasit yang tinggal di dalam tubuh mamalia termasuk manusia.

Lalat bot betina menitipkan telurnya ke dalam tubuh nyamuk.

Nyamuk kemudian menggigit manusia atu mamalia lain.

Saat terjadi kontak itulah, telur berpindah ke dalam tubuh korbannya.

Tanpa sepengetahuan nyamuk, mereka sudah jadi perantara bagi kelangsungan hidup lalat bot.

Telur-telur tersebut berada di bawah lapisan kulit.

Panas tubuh korbannya menjadi incubator alami bagi telur-telur lalat bot tersebut.

Setelah beberapa waktu, telur menetas.

Larva lalat bot mulai makan darah, daging, kulit para korbannya.

Mereka dapat bergerak leluasa di dalam tubuh korbannya.

Mengerikannya lagi, seseorang yang menjadi inang bagi lalat bot dapat merasakan pergerakan serangga ini ketika bergerak kesana kemari.

Rasa sakit luar biasa akan terasa ketika para lalat bot sudah cukup usianya.

Mereka akan keluar dari tubuh korbannya, menembus kulit.

Cukup, jangan dibayangkan kengerian dari salah satu serangga paling berbahaya ini, karena menjijikkan.

11. Black Widow

Serangga Paling Berbahaya Black Widow
www.tested.com

Pasti kamu tidak asing kan mendengar nama black widow?

Laba-laba ini menjadi inspirasi untuk nama superhero wanita terkenal dari Marvel.

Betinanya berukuran lebih besar daripada yang jantan.

Gigitan yang dihasilkan pun lebih berbahaya dan racunnya lebih mematikan.

Racun black widow 15 kali lebih kuat daripada bisa prairie rattlesnake.

Efek terkena racunnya adalah kulit terasa panas seperti terbakar, demam, dan kesulitan bernafas.

Jika tidak segera ditangani dan imun tubuh korban sedang lemah, kematian bisa saja terjadi.

10. Lonimia Caterpillar

Serangga Paling Berbahaya Lonomia
www.flickr.com

Ulat ini berasal dari Brazil Selatan. Mereka dinobatkan sebagai ulat paling beracun di dunia.

Biasanya orang tidak sengaja menyentuhnya ketika sedang memegang pohon.

Sayangnya kebanyakan orang menyentuh lebih dari satu ekor, karena memang serangga ini hidup berkelompok.

Racun lonimia caterpillar membuat nyeri dan pendarahan internal yang hebat.

Jika tidak segera ditangani korban juga bisa mengalami gagal ginjal.

Tiap tahunnya racun ulat ini membunuh tiga sampai lima orang.

Sifat mengerikan dari salah satu serangga paling berbahaya ini hanya sementara, karena setelah bermetafosis menjadi ngengat mereka tak lagi beracun.

BACA JUGA  Daftar Ikan Terbesar di Dunia yang Pernah Ditemukan Manusia

9. Japanese Hornet

Serangga Paling Berbahaya Japanese Hornet
metro.co_.uk

Japanese hornet dapat tumbuh hingga 7,6 cm, menjadikannya jenis tawon terbesar di dunia.

Tawon ini tersebar di Jepang, China, Korea, Taiwan, Sri Lanka dan India.

Mereka sering menjarah sarang lebah madu. 20-30 pasukan japanese hornet sudah cukup untuk mengalahkan 20-30 ribu ekor lebah madu.

Salah satu serangga paling berbahaya ini sangat tertarik dengan zat kimia yang terkandung dalam keringat manusia. Tentu ini berita yang buruk bagi kita.

Hewan penyegat yang agresif ini tak segan menyerang manusia walaupun tidak sedang diganggu.

Satu sengatan japanese hornet mengandung 8 jenis racun yang berbeda.

Racun menyebabkan alergi dan kegagalan pernafasan.

Dilaporkan tiap tahunnya lebih dari 50 orang meninggal akibat sengatan lebah ini.

8. Bullet Ant

Serangga Paling Berbahaya Bullet Ant
www.flickr.com

Bullet ant, atau yang biasa kita sebut semut peluru banyak tersebar di hutan hujan daerah Amerika Selatan.

Semut peluru merupakan jenis semut terbesar di dunia.

Mereka mampu tumbuh hingga ukuran 2,5 centimeter, 4 kali ukuran semut pada umumnya.

Namanya bukan hanya untuk keren-kerenan saja.

Gigitan semut ini membuat orang serasa ditembak peluru asli.

Rasa sakit yang dihasilkan dari gigitan seekor bullet ant 30 kali lipat lebih sakit daripada gigitan tawon atau lebah.

Lebih menyiksanya lagi, rasa sakitnya bisa bertahan hingga seharian penuh.

Jika fakta itu tidak cukup membuatmu takut, kamu perlu tahu bahwa mereka adalah serangga yang hidup berkoloni. Mereka saling melindungi satu sama lain.

Jadi bayangkan betapa mengerikannya jika mereka beramai-ramai mengigit kita.

7. Killer Bee

Serangga Paling Berbahaya Killer Bee
cqmsjt.com

Mereka adalah serangga yang bertemperamen buruk, mudah sekali terprovakasi.

Benda berkilauan seperti perhiasan, suara keras, kain berwarna gelap dan wangi parfum sudah bisa memicu mereka untuk menyerang.

Ketika killer bee merasa terganggu, mereka akan siaga dalam waktu 24 jam.

Hewan atau manusia yang berada dalam jangkauan mereka akan diserang tanpa pandang bulu.

Mencoba kabur pun akan percuma, karena mereka akan mengikuti terus buruannya.

Bahkan jika kita bersembunyi di dalam air, para lebah akan menunggu di atas sampai kita keluar.

Tidak peduli berapa lama kita bersembunyi.

Binatang penghasil nektar ini menyerang secara berkelompok yang terdiri dari ribuan ekor lebah.

Tiap ekor lebah dapat menyengat tiap tiga detik sekali.

Sasaran serangan biasanya diarahkan ke wajah dan mata.

Tersengat oleh ribuan lebah tentu sangat berbahaya bahkan mematikan.

Tercatat 1000 kematian lebih terjadi tiap tahunnya.

6. Driver Ant

Serangga Paling Berbahaya Driver Ant
www.alexanderwild.com

Sebagai individual driver ant tidak berbahaya.

Mereka tidak besar, gigitannya biasa saja, racun yang dihasilkan juga tidak mematikan.

Kenyatannya, tidak ada semut yang individual karena mereka selalu hidup berkoloni.

Berapa anggota koloni dari driver ant?

Sepuluh ribu?

Seratus ribu?

Sejuta?

Ternyata semua salah.

BACA JUGA  12 Serangga Terbesar di Dunia yang Menakjubkan

Anggota tiap koloni driver ant mencapai 20 juta ekor.

Menasbihkan mereka sebagai hewan dengan anggota koloni terbanyak.

Serangan kawanan semut tersebut cukup membuat manusia mati.

Bahkan faktanya gajah pun lari ketika melihat koloni driver ant ini.

Koloni semut yang agresif ini akan membunuh setiap hewan yang melintas di wilayah mereka.

Semut ini juga menjajah sarang dari serangga lain.

Tidak hanya persediaan makanan yang diambil, nyawa korbannya pun juga.

5. Kissing Bug

Serangga Paling Berbahaya Kissing Bug
www.cbc.ca

Salah jika kamu berpikir bahwa kissing bug adalah serangga yang romantis terhadap pasangannya.

Mereka mendapat julukan tersebut karena saat manusia tidur, kissing bug memiliki kebiasaan menggigit bibir manusia.

Lantas apa bahayanya digigit serangga ini?

Gigitan kissing bug mengandung parasit yang disebut trypanosome cruzi.

Parasit ini adalah penyebab penyakit Changas.

Penyakitnya mengerikan, karena tidak ada gejala awalnya.

Saat parasit sudah menyebar, tiba-tiba korbannya akan mengalami gagal jantung.

Tiap tahunnya penyakit ini menjadi penyebab kematian lebih dari 12.000 orang.

4. Tsetse Fly

Serangga Paling Berbahaya Tsetse Fly
theconversation.com

Lalat ini banyak ditemukan di Benua Afrika. Kata “tsetse” berasal dari bahasa Tswana yang berarti lalat.

Mereka telah hidup di bumi sejak 34 juta tahun yang lalu dengan wujud yang sama.

Lalat dewasa dapat hidup hingga 3 bulan dengan ukuran hanya sekitar 0,2 – 0,6 cm saja.

Bagian mulut mereka seperti pisau yang berguna untuk menembus kulit hewan maupun manusia untuk dihisap darahnya.

Pada tahap awal, gigitan lalat tsetse yang mengandung protozoa trypanosoma akan membuat korban terkena penyakit tidur.

Gejala awal penyakit ini adalah sakit pada persendian, sakit kepala, demam, pembengkakan kelenjar limfa, sakit pada ginjal dan anemia.

Korban kemudian akan memasuki tahap dimana mereka tidak bisa tidur di malam hari, namun sangat mengantuk di siang hari.

Jika tidak dirawat, korban akan mengalami kerusakan sistem syaraf.

Hal tersebut berujung pada koma bahkan kematian.

Tercatat 300.000 orang meninggal per tahun akibat lalat ini.

Larva serangga ini tak kalah mematikan. Jika diekstrak, menghasilkan racun yang begitu kuat.

Satu tetesnya saja sanggup membunuh satu manusia.

3. Locust

Serangga Paling Berbahaya Locust
mwomercs.com

Locust merupakan serangga dari jenis belalang.

Memangnya belalang berbahaya?

Tentu tidak, serangga ini tidak mungkin menggigit kita, mereka juga tidak punya racun yang mematikan.

Mereka bukan serangga yang memiliki kapasitas untuk membahayakan manusia sercara langsung.

Bahaya yang mereka timbulkan tidak langsung, namun sangat menakutkan.

Pasukan locust dapat berjumlah jutaan ekor.

Mereka secara bersama-sama akan memakan semua tanaman yang ada di sawah atau ladang.

Lahan sumber pangan yang mereka serang otomatis akan rusak dan hancur.

Dampak kerugian secara materil sangat besar, mencapai puluhan miliar rupiah per tahunnya.

BACA JUGA  13 Jenis Tanaman Pemakan Serangga yang Mencengangkan

Selain itu bencana kelaparan juga sering terjadi di wilayah yang terkena serangan locust.

Bahkan menurut sejarah, salah satu penyebab jatuhnya Kekaisaran Ottoman yang mahsyur adalah wabah locust pada tahun 1915.

2. Fleas

Serangga Paling Berbahaya Kutu
www.thepetsite.co.uk

Fleas alias kutu adalah serangga parasit yang menghisap darah manusia dan hewan.

Seekor kutu dapat mengonsumsi darah 15 kali lebih banyak daripada berat badannya sendiri.

Gigitan mereka menghasilkan bentolan merah yang gatal dan bisa menyebabkan infeksi.

Biasanya mereka menggigit bagian siku, lutut atau sekitar pinggang.

Kutu termasuk binatang yang cepat berkembang biak.

Sepanjang hidup mereka, kutu betina menghasilkan sekitar 2000 telur.

Lantas faktor apa yang membuat kutu termasuk dalam daftar serangga mematikan ini?

Pada abad ke-14 wabah kutu yang disebut Black Plague melanda daratan Eropa.

Desa, kota, perkebunan, tidak luput dari serangan kutu dalam jumlah sangat besar ini.

Wabah mengerikan ini terjadi dua abad lamanya.

Serangga super kecil ini bertanggung jawab terhadap kematian lebih dari 200 juta masyarakat eropa.

Meskipun terjadi ratusan tahun lalu, kita tidak bisa mengabaikannya begitu saja.

1. Mosquito

Serangga Paling Berbahaya Nyamuk
www.glacvcd.org

Nyamuk?

Percaya atau tidak, faktanya nyamuk adalah serangga paling berbahaya di dunia.

Lebih dari 1 juta orang meninggal tiap tahunnya akibat serangga ini.

Memang nyamuk tidak memiliki racun yang mematikan dan efek kematian yang ditimbulkan tidak terjadi dalam sekejap.

Akan tetapi dalam gigitan nyamuk terkandung banyak bibit penyakit mematikan seperti chikungunya, demam berdarah dan malaria.

Berdasarkan data WHO, tiap 30 detik ada seorang anak meninggal karena penyakit malaria.

Nyamuk dapat menyebarkan bibit penyakit yang dibawanya ke lebih dari 500 juta orang lebih tiap tahunnya.

Tidak ada jenis serangga lainnya yang mampu mendekati angka tersebut.

Infografis Mengenai Bahaya Nyamuk

Untuk mencegahnya kita harus terus menjaga kebersihan lingkungan, terutama wadah-wadah yang menampung air.

Kita juga bisa meletakkan ikan cere di bak mandi kita (seperti yang sering dilakukan kakek nenek kita). Karena ikan ini sangat suka melahap jentik nyamuk.

Serangga Paling Berbahaya di Dunia Ada di Sekitar Kita

Serangga Paling Berbahaya Nyamuk
www.glacvcd.org

Berita buruk untuk kita, karena ternyata mereka ada di sekitar kita dan mungkin akan mudah dijumpai.

Oleh sebab itu informasi mengenai jenis-jenis serangga in amat diperlukan, agar kita bisa :

  • Mengidentifikasi apakah mereka ada di lingkungan kita.
  • Bagaimana cara untuk mengantisipasi perkembangbiakan mereka.
  • Penanganan ketika kita diserang oleh mereka.
  • dll

Agar lebih mudah mengingatnya berikut tabel serangga paling berbahaya di dunia:

No. Jenis Serangga
1 Nyamuk
2 Fleas
3 Locust
4 Tsetse Fly
5 Kissing Bug
6 Driver Ant
7 Killer Bee
8 Bullet Ant
9 Japanese Hornet
10 Lonimia Caterpillar
11 Black Widow
12 Bot Fly

 

Leave a Comment

Scroll Up